Beras oplosan merupakan campuran dari berbagai jenis beras dengan kualitas berbeda yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan lebih besar oleh oknum pedagang nakal.
Selain merugikan konsumen, beras oplosan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dicampur bahan berbahaya.
Baca Juga: Oknum Perangkat Desa di Mojokerto Digerebek Warga, Diduga Hendak Selewengkan Bantuan Beras
Ciri-ciri Beras Oplosan
Profesor Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Tajuddin Bantacut mengungkap ciri-ciri beras oplosan yang bisa dikenali secara kasat mata.
Menurut dia, beras oplosan dapat terlihat dari warna yang tidak seragam, butiran yang berbeda ukuran dan tekstur nasi yang lembek setelah dimasak.
“Jika menemukan nasi yang berbeda dari biasanya seperti warna, bau (aroma), tekstur dan butiran maka dapat ‘dicurigai’ sebagai beras yang telah dioplos dalam arti terdapat kerusakan mutu atau keberadaan benda asing,” ungkapnya dikutip dari laman resmi IPB, Minggu (14/7/2026).
Dalam beberapa kasus, beras oplosan juga dicampur dengan bahan tambahan benda asing termasuk zat pewarna atau pengawet berbahaya. Di mana dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Artikel Terkait
Anak Yatim di Mojokerto Dijatah 12 Kg Beras dari Pemerintah
Satgas Pangan Polres Mojokerto Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Tanjung Anyar Mojokerto Jelang Ramadan
Nasi Tempong di Kota Mojokerto Ini Pedasnya Nampol
Pabrik Penggilingan Padi Mojokerto Dikeluhkan Warga Karena Sebabkan Gatal dan Sesak Napas
Maling Gondol Motor Buruh Tani di Mojokerto saat Garap Sawah
Dukung Konservasi Lingkungan, PT Wilmar Padi Indonesia Donasikan 2.025 Bibit Pohon ke Pemkab Mojokerto
Polres Mojokerto Kota Tanam Jagung Serentak di Lahan 1 Hektar, Dukung Ketahanan Pangan