“Korban mengalami luka tusukan di dada sebelah kiri, punggung belakang sebelah kiri, luka tusuk antara leher dan dada kiri,” ungkap Sukron.
Andre sempat meminta maaf kepada korban sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kembali ke Surabaya. Di tengah perjalanan, korban meminta Andre untuk diantar ke rumah sakit.
Tetapi permintaan itu diabaikan oleh Andre. Andre malah mengemudikan mobil ke rumahnya di kawasan Kabupaten Cemandi, Waru, Sidoarjo.
karena ketakutan, korban kemudian berpura-pura ingin membuang air kecil dan meminta diturunkan di sebuah Indomaret di kawasan Green Mansion.
Setelah turun dari ponsel, ia langsung meminta bantuan warga yang kemudian menghubungi pihak kepolisian.
Andre pun akhirnya diamankan oleh petugas dari Polsek Sedati dan selanjutnya diserahkan ke Polres Mojokerto.
Dari hasil pemerikasaan, Andre mengajak korban menikah dan mengaku telah menyiapkan undangan. Namun, Andre berdalih bahwa orang tuanya belum merestui spesifikasinya.
“Pelaku menjanjikan untuk nikah, dan akhirnya korban menagih janjinya,” katanya.
kepada polisi, Andre mengaku nekat menganiaya kekasihnya karena tak ingin terus didesak untuk menikah.
Tetapi, berdasarkan keterangan kelurga Abdre dan korban terungkao ringkasannya. Keluarga Andre tidak mengetahui tentang hubungan asmara dan rencana pernikahannya. Andre membuat undangan pernikahan tanpa sepengetahuan keluarganya.
Artikel Terkait
Preman Kampung Pelaku Pengeroyokan Petugas PLN di Mojokerto Akhirnya Ditangkap Setelah Buron 1,5 Tahun
Tim Gabungan Bakar Dua Lokasi Sabung Ayam di Mojokerto
Pembunuh Wanita Asal Kediri yang Jasadnya Dibuang di Mojokerto Divonis 18 Tahun Penjara
Kasus Penggelapan BPKB di Dealer Isuzu Mojokerto, Ini Modus Eks Kepala Cabang
Operasi Pekat II Semeru 2025, Polres Mojokerto Kota Sikat 18 Preman dan Debt Collector Ilegal