Meski begitu, Herdiawan menyebut tidak ada senjatan tajam yang ditemukan. Para pelajar itu kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota beikut sepeda motornya untuk didata dan diberikan pembinaan.
Sementara itu, orang tua dan pihak sekolah dipanggil ke Mapolres Mojokerto Kota untuk menjemput langsung para siswa.
“Kita tadi juga memanggil ustaz untuk memberikan pencerahan kepada adik-adik ini sebelum diserahkan kepada orang tua masing-masing,” ungkap Herdiawan.
Baca Juga: Menkeu Sri Mulyani Buka Suara Pasca Rumah Pribadinya Dijarah
Sedikitnya ada 21 unit sepeda motor yang turut diamankan dari yang diamakan. “Kalau ada surat-suratnya lengkap, STNK-BPKB ada, bisa dikembalikan. Kalau tidak ada ditilang,” tandas Herdiawan.
Ia berharap pihak keluarga dan sekolah dapat memberikan pengawasan serta imbauan agar para pelajar tidak mudah terprovokasi untuk ikut aksi massa.
“Inilah adalah kota kita. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?. Mari bersama-sama TNI, Polri dan stakeholder terkait untyuk menjauhkan dari tindakan-tindakan pelanggaran hukum. Untuk orang tua dan guru, tolong putra-putrinya diawasi,” pungkas Herdiawan.
Artikel Terkait
Demo Aliansi Madura Indonesia Desak Penutupan Pabrik Baja di Mojokerto, Tuding Penggelapan Pajak dan PHK Sepihak Tanpa Pesangon
Emak-Emak Mojokerto Demo di Balai Desa Gading, Uang Tabungan Lebaran Raib Digondol Petugas Koperasi
Mahasiswa Mojokerto Demo Desak Pencabutan Revisi UU TNI, Tolak Militerisasi Demi Jaga Demokrasi
Dikira Demo, Ratusan Warga Geruduk Polsek Sooko Mojokerto, Ternyata Ini Tujuannya!