Makhmudah juga memasukkan 1 butir Cytotex ke dalam kemaluannya. Akan tetapi, ketika itu tidak ada reaksi sama sekali.
Kemudian janda beranak tiga itu mencoba lagi pada 4 November 2024 sekitar pukul 07.20. Untuk yang kedua kalinya ini terjadilah kontraksi dan melahirkan janin.
“Setelah meminum Cytotec yang kedua kalinya, keluar janin yang berumur 4 bulan dalam kondisi mati,” ujar Fauzy.
Lantas, Makhmudah menghubungi kekasihnya, Faisal, untuk meminta bantuan. Namun Faisal tidak bisa datang dan menyuruh Makhmudah untuk ke rumah sakit.
Mahkmudah meminta tolong kepada Yuli agar diantar ke Bidan Desa Kuripan Sari. Namun bidannya sedang tidak berada di rumahnya. Sehingga, Makhmudah dibawa ke Rumah Sakit Mawadah dalam kondisi janin masih menempel di celana dalam.
“Makhmudah mendapat penanganan medis dan disuruh opneme di RS Mawadah,” katanya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, janin dari Makmudah dibawa pulang oleh Fitri dan Tuni untuk dimakamkan di Pemakaman Dusun Sumberpiji. Lokasinya tepat disebalah makam keponakan Makmudah.
“Dia minta tolong 2 orang ini (Fitri dan Tuni) untuk membawa dan langsung memakamkan. Makhmudah meminta agar janinnya dikubur di sebelah keponakannya. Mungkin dia ingin memakamkan darah dagingnya secara benar,” jelas Fauzy.
Artikel Terkait
Usai Divonis 11 Tahun Bui, Pria Asal Surabaya yang Culik dan Perkosa Siswi SD di Mojokerto Dituntut 8 Tahun Penjara
Pemuda Sidoarjo Diringkus Usai 2 Kali Bobol Rumah Kosong di Mojokerto
Polisi Sebut Pemuda Maling Motor di Mojokerto yang Cabuli Emak-emak 5 Kali Beraksi
Dua Pesilat Kasus Sabung yang Tewaskan Pelajar MTs di Mojokerto Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa
Diduga Hendak Ikut Demo, Puluhan Pelajar di Mojokerto Diamankan Polisi
Janda Beranak Tiga dan Kekasihnya Ditangkap Terkait Penemuan Makam Janin Hasil Aborsi di Mojokerto