Dalam pengakuannya, Akbar mengklaim bahwa mereka nekat mencuri karena kehabisan ongkos. Awalnya, mereka membeli alat-alat seperti obeng dan linggis untuk mencari pekerjaan di bidang konstruksi, bukan untuk mencuri.
“Rencananya jika dapat kerja, kami akan menggunakan alat-alat ini. Tidak ada niat untuk mencuri, tapi kami kehabisan ongkos,” ujarnya.
Artikel Terkait
2 Orang Masuk DPO dari Komplotan Spesialis Pencurian Truk dan Motor di Mojokerto
Pengacara Pria di Mojokerto Bantah Gelapkan Uang Rp 12 Miliar Bisnis Ban Mendiang Ayahnya