“Tersangka mengajak jalan-jalan, sesampainya di Balongcangkring, tersangka meminta agar korban yang mengemudi motornya,” kata Rudi saat konferensi pers, Selasa (23/12/2024).
Setibanya di Jalan Soekarno yang saat itu sepi, Sudarwo beberapa kali menusuk perut dan dada Abid dengan sangkur dari belakang pada Kamis (31/10/2024) sekitar pukul 04.00 WIB. Abid pun terjatuh ke jalan.
Korban sempat melawan sebelum akhirnya terjatuh ke bawah jalan, tepatnya di area Kebun Jeruk. Di situ, Sudarwo masih terus menusuk Abid meski sudah tak berdaya hingga meninggal dunia.
“Tusukan lebih dari 17 kali sesuai dengan faktanya dan hasil visumnya,” ujar Rudi.
Baca Juga: Motif Pembunuh Pria di Kebun Jeruk Mojokerto, Pelaku Kesal Korban Kasari Ibu Angkat
Setelah kejadian, Sudarwo melarikan diri dengan berpindah-pindah tempat di Surabaya, Kendal, Subang, Sumedang, Tangerang, dan Bandung. Untuk memenuhi kebutuhannya, Sudarwo bekerja sebagai pengamen, jualan bakpao, kopi, dan cilok keliling selama buron.
Pelarian Sudarwo terhenti saat jajaran Satreskrim Polres Mojokerto menangkapnya di Kelurahan Padasuka, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 18 Desember 2024. Saat itu, Sudarwo sedang berjualan cilok keliling.
Kini, Sudarwo telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Abid. Atas perbuatannya, ia dijerat dengan Pasal 340 dan 338 KUHP.
Artikel Terkait
Pembunuh Pria di Kebun Jeruk Mojokerto Berpindah-pindah Tempat Selama Buron, Jadi Kuli-Jual Cilok
Sebelum Dibunuh di Kebun Jeruk Mojokerto, Abid Sempat Diajak Minum Pelaku
Kriminalitas Menurun di Mojokerto, Ini 5 Kasus Besar Terungkap Sepanjang 2024
Pembunuh Abid di Kebun Jeruk Mojokerto Terancam Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana
Motif Pembunuh Pria di Kebun Jeruk Mojokerto, Pelaku Kesal Korban Kasari Ibu Angkat
Fakta Baru Pembunuh Pria di Kebun Jeruk, Pelaku Tusuk Korban Lebih dari 17 Kali