Gedung Panti Werdha UPT PMKS Majapahit dapat menampung dua rombel dengan 25 siswa masing-masing. "Sudah lihat sendiri ya, Insya’ Allah sih sudah memadahi untuk dua rombel," ujar Gus Ipul.
Baca Juga: Sepenggal Cerita Peralihan Sistem Pendidikan di Mojokerto dari Belanda ke Jepang
Tahun ini, Pemkab Mojokerto juga mengusulkan lahan 3,5 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin.
Gus Ipul akan berkoordinasi dengan daerah yang mengusulkan lokasi Sekolah Rakyat, kemudian melakukan perjanjian kerjasama dengan gubernur, bupati, dan wali kota.
Sementara, Gus Barra optimistis Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah yang masuk tahap pertama penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat.
Pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 3,5 hektare di Desa Banyulegi, Dawarblondong, untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat dan berencana memaksimalkan lahan menjadi 6 hektare.
Sembari menunggu pembangunan tuntas, telah disiapkan dua opsi gedung untuk pembelajaran Sekolah Rakyat sementara waktu jika terealisasi tahun ini.
Yakni di Panti Werdha UPT PMKS Majapahit dan balai diklat yang terletak di Kecamatan Gedeg. Masing-masing disiapkan untuk 2 rombel.
"Tahun ini yang disini 2 rombel, perkiraan 50 anak. Satu rombelnya 25 anak untuk setingkat SMP,” kata Gus Barra.
Artikel Terkait
Masyarakat Kini Bisa Manfaatkan Pelayanan Dinsos Kota Mojokerto di MPP Gajah Madah
Mensos Gus Ipul Tinjau Banjir di Mojokerto, Pastikan Kecukupan Logistik untuk Warga Terdampak
Dana Hibah Masjid dan Musala Menurun, Fokus Pemkot Mojokerto Alihkan Anggaran ke Pendidikan dan Kesehatan
Pesan Soekarno Kala Mengunjungi Sekolah di Mojokerto, Penting untuk Generasi Muda!