Kabar Mojokerto - SDN Kutogirang di Kecamatan Ngoro, Mojokerto, telah menerapkan pembelajaran berbasis digital dengan memanfaatkan sistem Chromebook untuk siswa kelas 4 hingga 6.
Ini merupakan langkah inovatif yang bertujuan memudahkan akses siswa terhadap materi pelajaran secara digital.
Kepala Sekolah SDN Kutogirang, Noyo, menjelaskan bahwa penggunaan Chromebook dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) memungkinkan siswa untuk tidak lagi bergantung pada kertas.
Baca Juga: 8 Sekolah di Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2024
"Pembelajaran dengan Chromebook dilakukan secara bergantian di setiap kelas, dan setiap kelas dilengkapi proyektor, sehingga siswa dapat melihat materi secara langsung di layar," ujar Noyo kepada kabarmojokerto, Kamis (17/10/2024).
Noyo menambahkan bahwa penggunaan Chromebook telah meningkatkan semangat belajar siswa. Sekolah menerima 29 unit Chromebook dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto untuk mendukung program ini. Namun, untuk siswa kelas 1 hingga 3, penggunaan teknologi ini belum diterapkan karena keterbatasan dalam pengoperasian komputer.
Program pembelajaran berbasis IT di SDN Kutogirang sudah dilaksanakan sejak 2021. Setiap hari, siswa belajar secara bergiliran menggunakan Chromebook sesuai dengan materi pelajaran.
"Ada kalanya materi memerlukan pembelajaran di luar kelas, dan dengan fasilitas yang ada, Chromebook bisa digunakan oleh kelas lain. Metode ini disesuaikan dengan kebutuhan materi pelajaran," tegasnya.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Selesaikan Rehab Belasan Sekolah Rusak, Ini Agenda Selanjutnya
Selain pembelajaran di dalam kelas, SDN Kutogirang juga mendorong pembelajaran di luar ruangan untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Fasilitas seperti kolam ikan, greenhouse, dan sangkar burung dibangun untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
"Kami memanfaatkan lahan sekolah untuk kegiatan belajar di luar kelas, seperti di kolam ikan atau greenhouse. Kami juga melakukan edukasi pemilahan sampah untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini," tambah Noyo.
Baca Juga: Perpustakaan RTH Alun-Alun Kota Mojokerto Sepi Pengunjung, Ini Pemicunya !
Program pengembangan diri juga menjadi bagian penting dalam kurikulum di sekolah ini. Siswa diwajibkan datang ke sekolah sebelum pukul 06.30 WIB untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri. Setiap hari, ada kegiatan spesifik, seperti membaca Juz Amma pada hari Selasa, membaca Surat Yasin pada hari Rabu, dan istighosah pada hari Kamis. Di hari Jumat, siswa melaksanakan salat Dhuha dan juga belajar bahasa Arab, menciptakan suasana yang bernuansa madrasah di sekolah.
Dengan berbagai inovasi ini, SDN Kutogirang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan semangat belajar siswa sesuai dengan konsep Kurikulum Merdeka Belajar.
Artikel Terkait
Selamat! 229 Siswa Berprestasi di Mojokerto Dapat Beasiswa dari Pemkab
Wajib Belajar 13 Tahun Bakal Diterapkan di Indonesia, Ini Persiapan Pemkot Mojokerto
Wisuda ke 23 STIE Al-Anwar Mojokerto Dapat Wejangan Ketua dan Pesan dari Kabid HAM Kemenkumham Kanwil Jatim Soal Kesarjanaan
Proyek Rehabilitasi SMPN 1 Puri Mojokerto Hampir Rampung
7 Sekolah di Kota Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata 2024
Upaya Pelestarian Tari Tradisional di Mojokerto Saat Dance Kpop Menggempur
Perpustakaan RTH Alun-Alun Kota Mojokerto Sepi Pengunjung, Ini Pemicunya !
Pemkab Mojokerto Selesaikan Rehab Belasan Sekolah Rusak, Ini Agenda Selanjutnya
8 Sekolah di Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2024