Atap di SDN Gunungan Mojokerto Ambruk, Begini Kondisinya

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Jumat, 3 Januari 2025 | 13:16 WIB
Atap SDN Gunungan Mojokerto ambruk setelah hujan deras, merusak bagian genting dan plafon, menyebabkan kerusakan parah pada gedung sekolah. (M Lutfi Hermansyah)
Atap SDN Gunungan Mojokerto ambruk setelah hujan deras, merusak bagian genting dan plafon, menyebabkan kerusakan parah pada gedung sekolah. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Atap gedung di SDN Gunungan, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto, ambruk akibat hujan yang terus-menerus mengguyur. Kondisi ini menyebabkan bagian genting dan plafon sekolah tersebut rusak parah. 

Pantauan Kabar Mojokerto pada Jumat (3/1/2025), kerusakan terjadi di gedung sisi timur. Gedung ini terdiri dari 4 ruangan, yaitu ruang UKS, kelas 1A, 1B, dan 2A. 

Kerusakan paling parah terjadi di ruang kelas 1B dan 2B. Teras ruangannya runtuh total sehingga kerangka teras, plafon, dan genting berserakan di lantai. Sedangkan genting di atas gedung tampak bergelombang. 

Baca Juga: Pembangunan Pagar TKN Pembina 1 Dawarbladong di Mojokerto Rampung Sesuai Target

Atap SDN Gunungan Mojokerto ambruk setelah hujan deras, merusak bagian genting dan plafon, menyebabkan kerusakan parah pada gedung sekolah. (M Lutfi Hermansyah)

Sementara itu, teras depan ruang UKS dan 1A jebol-jebol. Namun, atap kedua ruangan tersebut belum sampai ambruk. 

Menurut Kepala Sekolah SDN Gunungan, Sokip, ambruknya atap gedung tersebut terjadi pada Senin (30/12/2024) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) karena para siswa sedang libur semester. 

Namun, gedung di sisi timur ini sudah tidak difungsikan sejak 2 tahun lalu karena kondisi atapnya rawan ambruk dan membahayakan bagi siswa. 

“Kondisi sebelumnya, genting sudah bergelombang, kuda-kuda (konstruksi) putus, kondisinya mengkhawatirkan,” katanya kepada Kabar Mojokerto, Jumat (3/1/2025). 

Baca Juga: Pupuk Rasa Peduli Lingkungan, SDN Kutogirang Mojokerto Terapkan KBM di Luar Kelas

Selama ini, lanjut dia, siswa kelas 1 dan 2 menempati ruang laboratorium serta perpustakaan. Jumlah siswa masing-masing sekitar 30 siswa. 

Sokip mengaku sudah tiga kali mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk memperbaiki gedung sekolah. Namun, permohonan tersebut selalu gagal mendapatkan DAK. 

“Namanya mengajukan, bisa turun bisa tidak. (Terkahir kali mengajukan DAK?) tahun 2024. Katanya dapat, tapi ya tidak dapat,” ujarnya. 

Baca Juga: Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Sukses Cetak 428 Mahasiswa Cumlaude Wisuda Ke XXVII

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut MUI

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:48 WIB

Apa Itu Tarhib Ramadhan? Simak Penjelasannya di Sini

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:42 WIB

Doa Nabi Adam untuk Dibaca di Malam Nisfu Syaban

Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:57 WIB

Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB

Kemenag Akan Susun Standarisasi Rumah Ibadah di SPBU

Selasa, 18 November 2025 | 11:41 WIB
X