Atap 4 Ruangan SDN Gunungan Dibiarkan Rusak, Disdik Mojokerto: Anggaran Tak Cukup

Photo Author
Muhammad Gusta, Kabar Mojokerto
- Jumat, 3 Januari 2025 | 14:05 WIB
Atap SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ambruk setelah dibiarkan 2 tahun rusak.  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Atap SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ambruk setelah dibiarkan 2 tahun rusak. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar MojokertoAtap empat ruangan di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto akhirnya ambruk setelah dibiarkan rusak sekitar dua tahun lamanya. Dinas Pendidikan berdalih jika anggaran selama ini tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Indi Ilmiah, saat meninjau SDN Gunungan pagi tadi. Ia memperkirakan, perbaikan plafon dan atap satu ruangan membutuhkan anggaran Rp 200 juta.

"Jadi, jika empat ruangan, anggarannya kurang lebih Rp 800 juta," ungkapnya kepada Kabar Mojokerto di lokasi, Jumat (3/1/2025).

Baca Juga: Atap di SDN Gunungan Mojokerto Ambruk, Begini Kondisinya

Atap SDN Gunungan Mojokerto ambruk setelah hujan deras, merusak bagian genting dan plafon, menyebabkan kerusakan parah pada gedung sekolah. (M Lutfi Hermansyah)

Atap yang rusak berada di ruang kelas 1A, 1B, 2, serta ruang UKS SDN Gunungan. Terlihat teras ruang kelas 1A dan 1B ambruk total. Sedangkan bagian lainnya sudah lapuk dan nyaris ambruk.

Padahal, atap empat ruangan tersebut pernah direhabilitasi pada 2019 menggunakan anggaran sekolah, komite sekolah, serta iuran perangkat Desa Gunungan. Namun, sekitar tiga tahun kemudian, atap tersebut sudah lapuk dan kembali rusak.

Baca Juga: Pembangunan Pagar TKN Pembina 1 Dawarbladong di Mojokerto Rampung Sesuai Target

Keempat ruangan tersebut terpaksa dikosongkan sejak sekitar dua tahun lalu karena rawan ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sekitar 70 siswa kelas 1 dan 2 SDN Gunungan dialihkan ke ruangan laboratorium dan perpustakaan.

Kepala SDN Gunungan, Sokip, mengaku sudah tiga kali meminta anggaran perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Namun, hingga atap sekolahnya ambruk pada Senin (30/12/2024) siang, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.

Indi mengakui permohonan rehabilitasi SDN Gunungan diajukan setiap tahun ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Namun, anggaran dari APBD Kabupaten Mojokerto maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tidak mencukupi untuk menyentuhnya.

Pasalnya, kerusakan atap empat ruangan di SDN Gunungan tidak masuk skala prioritas untuk diperbaiki. Sebab, para siswa masih dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di perpustakaan dan laboratorium. Kini, perpustakaan dan laboratorium sudah diubah menjadi ruang kelas 1 dan 2.

Baca Juga: Pupuk Rasa Peduli Lingkungan, SDN Kutogirang Mojokerto Terapkan KBM di Luar Kelas

"Untuk rehabilitasi ada skala prioritas. Kami utamakan sekolah yang ruang kelasnya terbatas. Di sini, kegiatan belajar mengajar tidak terhambat," jelasnya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hukum Merayakan Hari Valentine Menurut MUI

Jumat, 13 Februari 2026 | 17:48 WIB

Apa Itu Tarhib Ramadhan? Simak Penjelasannya di Sini

Rabu, 11 Februari 2026 | 11:42 WIB

Doa Nabi Adam untuk Dibaca di Malam Nisfu Syaban

Sabtu, 31 Januari 2026 | 13:57 WIB

Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rajab

Sabtu, 20 Desember 2025 | 13:00 WIB

Kemenag Akan Susun Standarisasi Rumah Ibadah di SPBU

Selasa, 18 November 2025 | 11:41 WIB
X