Kabar Mojokerto - Atap empat ruangan di SDN Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto akhirnya ambruk setelah dibiarkan rusak sekitar dua tahun lamanya. Dinas Pendidikan berdalih jika anggaran selama ini tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Indi Ilmiah, saat meninjau SDN Gunungan pagi tadi. Ia memperkirakan, perbaikan plafon dan atap satu ruangan membutuhkan anggaran Rp 200 juta.
"Jadi, jika empat ruangan, anggarannya kurang lebih Rp 800 juta," ungkapnya kepada Kabar Mojokerto di lokasi, Jumat (3/1/2025).
Baca Juga: Atap di SDN Gunungan Mojokerto Ambruk, Begini Kondisinya
Atap yang rusak berada di ruang kelas 1A, 1B, 2, serta ruang UKS SDN Gunungan. Terlihat teras ruang kelas 1A dan 1B ambruk total. Sedangkan bagian lainnya sudah lapuk dan nyaris ambruk.
Padahal, atap empat ruangan tersebut pernah direhabilitasi pada 2019 menggunakan anggaran sekolah, komite sekolah, serta iuran perangkat Desa Gunungan. Namun, sekitar tiga tahun kemudian, atap tersebut sudah lapuk dan kembali rusak.
Baca Juga: Pembangunan Pagar TKN Pembina 1 Dawarbladong di Mojokerto Rampung Sesuai Target
Keempat ruangan tersebut terpaksa dikosongkan sejak sekitar dua tahun lalu karena rawan ambruk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sekitar 70 siswa kelas 1 dan 2 SDN Gunungan dialihkan ke ruangan laboratorium dan perpustakaan.
Kepala SDN Gunungan, Sokip, mengaku sudah tiga kali meminta anggaran perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Namun, hingga atap sekolahnya ambruk pada Senin (30/12/2024) siang, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah.
Indi mengakui permohonan rehabilitasi SDN Gunungan diajukan setiap tahun ke Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Namun, anggaran dari APBD Kabupaten Mojokerto maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat tidak mencukupi untuk menyentuhnya.
Pasalnya, kerusakan atap empat ruangan di SDN Gunungan tidak masuk skala prioritas untuk diperbaiki. Sebab, para siswa masih dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di perpustakaan dan laboratorium. Kini, perpustakaan dan laboratorium sudah diubah menjadi ruang kelas 1 dan 2.
Baca Juga: Pupuk Rasa Peduli Lingkungan, SDN Kutogirang Mojokerto Terapkan KBM di Luar Kelas
"Untuk rehabilitasi ada skala prioritas. Kami utamakan sekolah yang ruang kelasnya terbatas. Di sini, kegiatan belajar mengajar tidak terhambat," jelasnya.
Artikel Terkait
8 Sekolah di Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2024
Canggih! SD di Mojokerto Ini Terapkan KBM Pakai Sistem Chromebook
Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Sukses Cetak 428 Mahasiswa Cumlaude Wisuda Ke XXVII
Pupuk Rasa Peduli Lingkungan, SDN Kutogirang Mojokerto Terapkan KBM di Luar Kelas
Pembangunan Pagar TKN Pembina 1 Dawarbladong di Mojokerto Rampung Sesuai Target
Atap di SDN Gunungan Mojokerto Ambruk, Begini Kondisinya