Kabar Mojokerto - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melaksanakan panen sawi hasil budidaya warga binaan.
Panen ini menjadi bukti keberhasilan program pembinaan dan pemberdayaan warga binaan.
Panen sawi dilaksanakan di area blok Lapas Mojokerto pada Rabu (25/6/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program akselerasi untuk berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan.
Kepala Lapas Mojokerto Rudi Kristiawan mengatakan, kegiatan pertanian ini tidak hanya difokuskan pada produksi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan kemandirian dan keterampilan hidup bagi warga binaan.
“Panen sawi hari ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan bisa menjadi bagian dari solusi nasional,” kata Rudi dalam siaran pers yang diterima Kabar Mojokerto, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga: 11 Penghuni Lapas Mojokerto Suspect TBC
Program ini juga menjadi bentuk sinergi antara Lapas dan instansi teknis, termasuk dukungan dari Dinas Pertanian setempat yang memberikan pelatihan budidaya tanaman hortikultura.
Sawi-sawi hasil panen ini rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas. Sebagian juga akan disalurkan kepada masyarakat sekitar melalui program bakti sosial.
“Ini menjadi wujud nyata bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memainkan peran strategis dalam membangun ketahanan pangan dan pembinaan yang humanis serta berorientasi pada masa depan,” pungkas Rudi.
Artikel Terkait
Melihat Penjara Bekas Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim Asy'ari di Mojokerto, Begini Kondisinya
Over Kapasitas, Puluhan Napi Lapas Mojokerto Dilayar
Mecel Bareng di Lapas Mojokerto: Kapolres Mojokerto Dorong Pembinaan Humanis bagi Warga Binaan
Lapas Mojokerto Gandeng BLK Beri Pelatihan Kerja untuk Warga Binaan, Siapkan Mereka Mandiri Pasca Bebas