Kabar Mojokerto - Suhu Mojokerto terasa panas dan membuat warga gerah akhir-akhir ini. Bahkan, suhu maksimum harian di Mojokerto bisa menyentuh 36 derajat celcius. Apa pemicunya?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim menjelaskan, kondisi itu secara tidak langsung dipengaruhi oleh gerak semu matahari. Hawa panas adalah dampak dari posisi matahari.
Saat ini matahari sedang bergerak menuju lintang selatan melewati garis astronomi wilayah Jawa Timur. Diperkirakan, puncak cuaca panas di Mojokerto terjadi pada pertengahan bulan Oktober ini.
“Pada bulan September, matahari berada tepat di garis Khatulistiwa (tutik equinox), selanjutnya bergerak menuju selatan,” demikian dikutip dari instagram @bmkg.iklimjatim, Sabtu (5/10/2024).
Panas terik ini secara tidak langsung dipicu oleh fenomena kulminasi, yakni fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.
Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Terdampak Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan Air Bersih
Tim Arkeolog Kembali Temukan Kerangka Manusia di Istana Bhre Wengker Mojokerto
Sinopsis Film Kutukan Calon Arang, Cek Jadwal Tayang di Bioskop Mojokerto