Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang sebab bertumpuk dengan benda itu sendiri. Hari kulminasi utama juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.
Mojokerto akan mengalami kulminasi utama pada 11 Oktober 2024 sekitar pukul 11.16 WIB.
Selain kulminasi, ada beberapa faktor lain pemicu panas terik seperti tutupan awan, intensitas penyinaran matahari, kelembaban udara, hingga angin permukaan.
“Efek dari perubahan iklim seperti pemanasan global dapat mempengaruhi suhu lokal,” terang BMKG Jatim.
Saat fenomena panas terik ini terjadi, ada beberapa imbauan yang disampaikan BMKG. Di antaranya hindari dehidrasi dengan mencukupi kebutuhan air mineral, hindari paparan sinar matahari secara langsung, serta menggunakan tabir surya.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Terdampak Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan Bantuan Air Bersih
Tim Arkeolog Kembali Temukan Kerangka Manusia di Istana Bhre Wengker Mojokerto
Sinopsis Film Kutukan Calon Arang, Cek Jadwal Tayang di Bioskop Mojokerto