Pria Tengelam di Sungai Brantas Mojokerto Ditemukan, Begini Kondisinya

Photo Author
Muhammad Siswanto, Kabar Mojokerto
- Jumat, 22 November 2024 | 20:15 WIB
Nurdin Subiantoro (25), korban tenggelam di aliran Sungai Brantas wilayah Ngoro, Mojokerto, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. (Foto: Istimewa)
Nurdin Subiantoro (25), korban tenggelam di aliran Sungai Brantas wilayah Ngoro, Mojokerto, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. (Foto: Istimewa)

Kabar MojokertoNurdin Subiantoro (25), korban tenggelam di aliran Sungai Brantas wilayah Ngoro, Mojokerto, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jasadnya ditemukan mengapung tidak jauh dari lokasi kejadian tenggelam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, mengatakan jika korban berhasil ditemukan sekitar 200 meter dari tempat tenggelam pada Jumat (22/11/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

"Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa dan posisinya mengapung di tepian sungai sebelah kanan," ungkap Khakim kepada Kabar Mojokerto melalui sambungan telepon pada 22 November 2024.

Baca Juga: Gagal Nyalip! 3 Sepeda Motor di Mojokerto Tabrakan, 1 Tewas 2 Luka

Proses pencarian dilakukan dengan cara menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet yang melibatkan beberapa instansi, di antaranya Basarnas Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan sejumlah relawan.

"Kami melakukan pencarian hingga mencapai radius sekitar 4 kilometer, hampir mendekati Jembatan Porong, Sidoarjo," ujar Khakim.

Khakim menjelaskan, jasad korban ditemukan dalam keadaan utuh. Namun, terdapat beberapa luka gores yang diduga akibat gesekan dengan benda-benda atau tumbuhan air saat tenggelam.

"Korban langsung dibawa ke rumah duka karena pihak keluarga sudah mengetahui bahwa korban meninggal akibat kehabisan tenaga saat berenang," tambah Khakim.

Baca Juga: Kronologi Pria di Mojokerto Tenggelam di Sungai Brantas, Kelelahan Saat Berenang

Kapolres Ngoro, Kompol Heru Purwandi, membenarkan penemuan jasad korban di Sungai Brantas. Ia menegaskan bahwa penyebab kematian korban murni akibat kehabisan tenaga saat berenang.

"Di tengah aliran sungai yang deras, korban nekat berenang tanpa menggunakan alat pengaman. Saat ditemukan, tidak ada indikasi kekerasan atau penganiayaan terhadap korban. Hanya ada luka gores di kening yang mungkin disebabkan oleh benda tumpul saat kejadian," jelas Heru.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X