Kabar Mojokerto - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menggelar acara bertajuk Wilwatikta Acarita di Mojokerto. Acara ini dihelat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kerajaan Majapahit.
Acara yang digelar di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto ini, berlangsung selama dua hari, 17-18 November 2024.
Wilwatikta Acarita dibuka dengan pembacaan Kakawin Negarakertagama 1 dan 2. Kitab Negarakertagama menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang cukup spektakuler.
Baca Juga: Prasasti Pucangan Ungkap Keberadaan 4 Agama di Zaman Kerajaan Airlangga
Kitab ini ditulis oleh Empu Prapanca. Berisi tentang catatan-catatan sejarah mengenai kehidupan, pemerintahan, sosial politik, budaya, hingga keluarga kerajaan di zaman Majapahit.
Penulisan yang disampaikan dalam Kitab Negarakertagama ini bersifat pujasastra. Kitab inj menceritakan tentang keadaan di dalam Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Dia memimpin dari tahun 1350 hingga 1389 Masehi. Naskah kitab ini terdiri dari 98 pupuh (puisi atau syair) dan terbagi menjadi dua bagian naskah.
Naskah pertama kitab Negarakertagama menceritakan kehidupan raja, dan keluarga kerajaan. Sedangkan bagian kedua, mengisahkan perjalanan Raja Hayam Wuruk selama berburu di Hutan Nandawa hingga perjalanan pulang kembali bersama petinggi dan prajurit Kerajaan Majapahit.
Artikel Terkait
Prasasti Pucangan Ungkap Keberadaan 4 Agama di Zaman Kerajaan Airlangga
Kala Pj Wali Kota Mojokerto Bertualang Bersama Anak-anak Lewat Wisata Sejarah dan Budaya
Sejarah Singkat Nama Desa Canggu Mojokerto, Dulu Pelabuhan Utama Kerajaaan Majapahit
Keren, PIM Trowulan-Mojokerto Tak Hanya Simpan Peninggalan Majapahit Saja, Berikut Penjelasannya
5 rekomendasi wisata Peninggalan Majapahit di Trowulan Mojokerto, Murah Meriah