Merawat Kebesaran Majapahit Lewat Wilwatikta Acarita

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Minggu, 17 November 2024 | 22:20 WIB
Pembacaan Kitab Negarakartagama dalam acara Wilwatikta Acarita di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto.  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Pembacaan Kitab Negarakartagama dalam acara Wilwatikta Acarita di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

 

Kabar Mojokerto - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI menggelar acara bertajuk Wilwatikta Acarita di Mojokerto. Acara ini dihelat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kerajaan Majapahit.

 

Acara yang digelar di Lapangan Raden Wijaya, Surodinawan, Kota Mojokerto ini, berlangsung selama dua hari, 17-18 November 2024.

 

Wilwatikta Acarita dibuka dengan pembacaan Kakawin Negarakertagama 1 dan 2. Kitab Negarakertagama menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Majapahit yang cukup spektakuler.

Baca Juga: Prasasti Pucangan Ungkap Keberadaan 4 Agama di Zaman Kerajaan Airlangga

Kitab ini ditulis oleh Empu Prapanca. Berisi tentang catatan-catatan sejarah mengenai kehidupan, pemerintahan, sosial politik, budaya, hingga keluarga kerajaan di zaman Majapahit.

 

Penulisan yang disampaikan dalam Kitab Negarakertagama ini bersifat pujasastra. Kitab inj menceritakan tentang keadaan di dalam Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Dia memimpin dari tahun 1350 hingga 1389 Masehi. Naskah kitab ini terdiri dari 98 pupuh (puisi atau syair) dan terbagi menjadi dua bagian naskah.

 

Naskah pertama kitab Negarakertagama menceritakan kehidupan raja, dan keluarga kerajaan. Sedangkan bagian kedua, mengisahkan perjalanan Raja Hayam Wuruk selama berburu di Hutan Nandawa hingga perjalanan pulang kembali bersama petinggi dan prajurit Kerajaan Majapahit.

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X