Pelaku Penculikan Siswi SD di Mojokerto Ditangkap, Warga Murka Pukuli Pelaku

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Minggu, 16 Februari 2025 | 17:07 WIB
Pelaku penculikan siswi SD di Mojokerto terkapar setelah dihajar massa, sebelum akhirnya diamankan petugas untuk proses hukum lebih lanjut. (Deni Lukmantara)
Pelaku penculikan siswi SD di Mojokerto terkapar setelah dihajar massa, sebelum akhirnya diamankan petugas untuk proses hukum lebih lanjut. (Deni Lukmantara)

Kabar Mojokerto - Anggota Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto berhasil menangkap pelaku penculikan dan perampasan seorang siswi SD. Pelaku sempat dipukuli oleh warga yang kesal karena ia tidak mau mengakui perbuatannya.

Miftakhul Farid Hakim (32) terlihat berkeliaran di Desa Curahmojo, Pungging, Mojokerto. Pria asal Tambaksari, Surabaya ini diduga sedang mencari korban baru untuk kembali menculik dan merampas perhiasan milik siswi SD. Farid mengendarai sepeda motor Honda Scoopy sendirian.

Kapolsek Pungging, Iptu Selimat, mengungkapkan tim Jatanras Satreskrim Polres Mojokerto sudah melacak keberadaan Farid. Sekitar pukul 10.00 WIB pagi, pelaku bertemu dengan anggota Jatanras yang sedang pulang dari sawah bersama istrinya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 16 Februari 2025: Pagi Cerah-Sore Berpotensi Hujan Ringan

"Pelaku dikejar oleh anggota Jatanras dan berhasil diamankan," jelas Selimat kepada Kabar Mojokerto, Minggu (16/2/2025).

Saat ditangkap, Farid menolak mengakui tindakannya. Hal ini menyebabkan warga setempat berkumpul di lokasi penangkapan. Farid akhirnya tidak bisa menghindar ketika anggota Jatanras menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya membawa korban.

Akibat sikapnya yang tidak mengakui perbuatannya, warga menjadi marah dan memukul serta menendangnya. Setelah itu, Farid diserahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto untuk proses lebih lanjut.

"Pelaku kini berada di Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut," kata Selimat.

Farid diduga melakukan penculikan terhadap seorang siswi SDN Sawo 2, Kutorejo, Mojokerto berinisial NSP (8) pada Jumat (24/1/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia mendekati korban yang sedang pulang sekolah dengan pura-pura menanyakan arah menuju SDN Sawo 1. Selanjutnya, Farid membawa NSP dengan sepeda motor Scoopy merah, berpura-pura akan menunjukkan lokasi SDN Sawo 1, dan kemudian membawanya ke Kecamatan Ngoro, Mojokerto dengan alasan untuk mengambil ponselnya yang tertinggal di rumah.

Baca Juga: Penyebab Perempuan di Mojokerto yang Tabrakkan Diri ke Kereta Api, Diduga Karena Depresi

Tak disangka, Farid membawa NSP ke sebuah kebun tebu di Dusun Tawangsari, Desa Bandarasri, Ngoro, Mojokerto. Di tempat yang terpencil itu, pelaku menampar wajah korban dan merampas sepasang anting yang dikenakan oleh korban. Setelah itu, Farid menyuruh korban untuk tidur dan meninggalkannya begitu saja.

Korban kemudian ditemukan oleh Ngatiman (54), seorang warga Dusun Tawangsari, yang sedang mencari rumput di kebun tebu tersebut sekitar pukul 10.00 WIB. Ngatiman mendengar teriakan korban yang memohon bantuan. NSP akhirnya diserahkan kepada Pemerintah Desa Bandarasri.

Pemerintah Desa Bandarasri, bersama anggota Polsek Ngoro, melakukan berbagai upaya untuk menenangkan NSP agar ia dapat mengungkapkan alamat rumahnya. Sekitar pukul 13.30 WIB, polisi mengantar korban kembali ke rumahnya dan menyerahkannya kepada orang tuanya.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X