Kabar Mojokerto - Gerak Jalan Mojosari-Mojokerto sudah sejak tahun 1962. Kegiatan ini memiliki sejarah yang panjang dan mendalam.
Tradisi Gerak Jalan Mojosari-Mojokerto bukan sekadar olahraga, tetapi juga simbol persatuan dan semangat kebangsaan.
Baca Juga: Menguak Asal Mula dan Perkembangan Kesenian Bantengan di Mojokerto
Awal Mula dari Ide Sederhana Pak Amad dan Aspirasi Warga Mojokerto
Gerak Jalan Mojosari-Mojokerto bermula dari gagasan seorang tokoh olahraga lokal bernama Amad. Saat itu, Amad menjabat sebagai Kepala Inspeksi Olahraga Kabupaten Mojokerto.
Gagasan itu muncul setelah melihat antusiasme besar masyarakat terhadap Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya. Namun tak semua mampu menempuh jarak sejauh itu. Oleh karena itu, Amad berinisiatif menciptakan versi lokal dengan jarak lebih pendek.
"Dalam pikirannya, dengan memangkas jarak yang dilalui, bakal banyak orang yang terlibat sebagai peserta," ungkap Ayuhanafiq (Yuhan), peneliti sejarah Mojokerto.
Sebagai pengawas olahraga, Amad punya akses langsung ke guru-guru olahraga di sekolah-sekolah. Namun karena jumlah sekolah waktu itu belum banyak, ia butuh dukungan lebih besar.
Gayung bersambut, Bupati Raden Achmad (RA) Basoeni kala itu menyambut hangat rencana ini. Basoeni tidak hanya memberi restu, tetapi juga dukungan penuh secara administratif dan moral.
"Bupati RA Basoeni membuat semacam wasiat agar kegiatan itu terus lestari sebagai manifestasi semangat masyarakat Mojokerto," ujar Yuhan.
Baca Juga: Mengenal Motif Busana Pengantin Khas Mojokerto: Warisan Megah Budaya Majapahit
Dari Mojosari ke Mojokerto, Semangat Menyatu dalam Langkah
Start awal dilakukan di depan sekolah milik Yayasan Pahlawan Mojosari. Peserta kemudian menempuh rute jalan provinsi sejauh 30 kilometer menuju alun-alun Mojokerto, menempuh waktu sekitar 5 jam.
Artikel Terkait
Akal Bulus Para Lurah di Mojokerto Dapat Pinjaman Bank Desa Demi Judi, Bikin Bupati Naik Pitam
Situs Bhre Kahuripan Mojokerto Diekskavasi Lagi, Ini Temuan Unik Struktur Bintang dan Pagar Kuno
23 Titik Strategis di Mojokerto yang Jadi Target Serangan Jepang Jelang Proklamasi Kemerdekaan
Penjelasan Arkeolog Soal Struktur Unik Berbentuk Bintang di Situs Bhre Kahuripan Mokokerto