"Saya ikut melintas garis start sebagai regu kehormatan dari PKS, hanya berjalan sekitar 3 km lalu naik truk polisi ke garis finish," kenangnya sambil tersenyum.
Gerak jalan Mojosari-Mojokerto terakhir digelar tahun 2019. Kini, tinggal kenangan dan semangat yang tersisa. Namun sejarah telah mencatat, bahwa Mojokerto pernah punya tradisi hebat yang mempersatukan warga dan menguji ketahanan.
Mungkin sudah saatnya Mojokerto menghidupkan kembali wasiat RA Basoeni, bukan sekadar karena nostalgia, tapi demi menghidupkan kembali semangat kolektif masyarakatnya.
Artikel Terkait
Akal Bulus Para Lurah di Mojokerto Dapat Pinjaman Bank Desa Demi Judi, Bikin Bupati Naik Pitam
Situs Bhre Kahuripan Mojokerto Diekskavasi Lagi, Ini Temuan Unik Struktur Bintang dan Pagar Kuno
23 Titik Strategis di Mojokerto yang Jadi Target Serangan Jepang Jelang Proklamasi Kemerdekaan
Penjelasan Arkeolog Soal Struktur Unik Berbentuk Bintang di Situs Bhre Kahuripan Mokokerto