Mojokerto 1966: Tragedi Runtuhnya PKI di Bumi Majapahit yang Tak Terlupakan

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 07:05 WIB
Kantor PKI Mojokerto di Mentikan saat diobrak-abrik dan dibakar oleh massa pada Mei 1966, menandai berakhirnya eksistensi PKI di wilayah Bumi Majapahit. (Arsip sejarah dari Ayuhanafiq)
Kantor PKI Mojokerto di Mentikan saat diobrak-abrik dan dibakar oleh massa pada Mei 1966, menandai berakhirnya eksistensi PKI di wilayah Bumi Majapahit. (Arsip sejarah dari Ayuhanafiq)

Kabar Mojokerto - Mojokerto yang dikenal sebagai bumi Majapahit, ternyata menyimpan kisah kelam tragedi runtuhnya Partai Komunis Indonesia (PKI) di era 1960-an.

"PKI sebenarnya tidak pernah dominan di Mojokerto, justru sering kalah dalam pemilihan politik lokal," ungkap sejarawan lokal Ayuhanafiq, atau yang akrab disapa Yuhan, 

Namun, kemiskinan dan krisis ekonomi saat itu menjadi ladang subur bagi PKI menyebarkan ideologi mereka.

Bantuan sosial beras yang dibagikan lewat jaringan PKI justru menjadi alat politik yang memanipulasi rakyat kecil.

"Distribusi bansos dilakukan dari kantor atau rumah pengurus PKI, bukan di kantor pemerintahan," kata Yuhan.

Para penerima bansos ini kemudian didoktrin dengan ajaran komunis dan janji pembagian tanah melalui organisasi Barisan Tani Indonesia (BTI).

Baca Juga: Sejarah Lapangan Mangoensari: Stadion Pertama Mojokerto yang Lahir dari Strategi Politik Kolonial

Seorang tokoh BTI di Mojokerto, Samidjan dari Desa Kedungmaling, menjadi propagandis yang aktif memperkuat pengaruh PKI di desa-desa.

Aksi pemasangan patok di lahan milik warga kaya sebagai tanda klaim tanah oleh PKI pun memicu ketegangan.

"Pertanu (Persatuan Tani Nahdlatul Ulama) dan Banser kerap mencabut patok itu, sehingga terjadi bentrokan berkepanjangan," ungkap Yuhan.

Puncaknya, upaya pembakaran rumah Moenasir, Ketua Pertanu, berhasil digagalkan oleh Banser.

Setelah peristiwa 30 September 1965, suasana di Mojokerto makin mencekam. Mayat-mayat mengambang di Sungai Brantas menandai eskalasi kekerasan di wilayah sekitar.

Baca Juga: Siapa Saja Tokoh di Balik Makam Tujuh Troloyo Mojokerto? Ini Jejak Islam Tertua di Majapahit

Pada Mei 1966, warga digemparkan oleh penemuan mayat tokoh PKI Jombang di pinggir jalan. Aksi corat-coret anti-PKI dan penjarahan terhadap rumah warga Tionghoa mewarnai kerusuhan.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X