Baca Juga: Polisi Terapkan Pasal Pembunuhan Berencana di Kasus Mutilasi Mojokerto, Ini Pertimbangannya
Pengalaman tersebut yang diduga membuat pelaku berani sekaligus 'lihai' melakukan mutilasi.
"Pelaku pernah bantu-bantu memotong hewan kurban," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama, Rabu (10/9/2025).
Kendati begitu, pekerjaan sehari-hari Alvi bukan serorang jagal. Sebab, Alvi lebih sering menjadi driver ojek online (ojol) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tanah rantau bersama korban di momen Iduladha.
Kepada polisi, Alvi mengaku setidaknya hannya 3 kali membantu memotong hewan kurban.
"Tiga kali lebih, tapi dia lupa. Yang diingat saat SMP di Medan tahun 2015, kelas 2 SMA di Jombang tahun 2018 dan waktu kuliah di Madura tahun 2021," beber Sukron.
Diberitakan sebelumnya, pria perantaun asal Desa Aek Paing, Rantau Utara, Labuhanbatu, Sumut menjalin hubungan pacaran dengan TAS selama 5 tahun. Selama ini, mereka tinggal bersama ldi koas tersebut layaknya suami istri meski belum menikah secara sah maupun siri.
Baca Juga: Terungkap Motif Alvi Setega Itu Mutilasi Pacar Lalu Buang Jasad di Mojokerto
Alvi tega membunuh dan memutilasi TAS pada 31 Agustus 2025 sekitar pukul 02.00 WIB. Satu kali tusukan pisau dapur mengenai leher kanan korban, mengakibatkan TAS tewas kehabisan darah.
Artikel Terkait
Temuan Mengejutkan di Kos Pelaku Mutilasi Pacet Mojokerto
Pengakuan Alvi Tega Mutilasi Pacar: Saya Emosi
Kapolres Mojokerto: Jangan Jadikan Pacet Tempat Pembuangan Mayat!
Polisi Temukan Tulang Punggung Korban Mutilasi Pacet Mojokerto di Rumah Kosong Dekat Kos Alvi
Jenazah Korban Mutilasi di Jurang Pacet Mojokerto Akhirnya Diserahkan ke Keluarga
Keluarga Apresiasi Polres Mojokerto Ungkap Kasus Mutilasi, Desak Hukuman Berat Pelaku