Ponpes Amanatul Ummah Mojokerto Buka Suara Terkiat Santri Terseret Arus di Pantai Balekambang Malang

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Jumat, 11 April 2025 | 15:14 WIB
Petugas mengevakuasi santri Ponpes Amanatul Ummah yang tewas akibat terseret arus di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang.  (Istimewa)
Petugas mengevakuasi santri Ponpes Amanatul Ummah yang tewas akibat terseret arus di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang. (Istimewa)

Kabar Mojokerto- Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto akhirnya buka suara terkait insiden santri terseret arus di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

 

Juru Bicara (Jubir) Yayasan Ponpes Amanatul Ummah, Affan Hasnan, menyampaikan bahwa ada tujuh santri yang berangkat liburan ke Malang tanpa izin pengurus. Mereka baru diantar keluarganya kembali ke pesantren setelah menjalani masa libur Ramadan dan Lebaran pada Senin (7/4/2025).

 

Affan memastikan bahwa liburan tersebut bukan bagian dari agenda Ponpes maupun sekolah. Sebab, masih dalam masa libur. Menurut dia, kegiatan belajar mengajar (KBM) baru aktif mulai Rabu, 9 April 2025.

 

 

 

“Yang jelas bukan kegiatan pesantren. Jadi hari Senin-Selasa itu proses kedatangan santri setelah libur. Karena bukan kegiatan pesantren, bagaimana mau pamit,” katanya Affan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/4).

Baca Juga: Dua Santri Mojokerto yang Terseret Arus Pantai Balekambang Malang Ditemukan, Pencarian Korban Ketiga Masih Berlanjut

Affan mengatakan bahwa pihaknya bersama para wali santri korban saat ini berada di lokasi kejadian di Pantai Balekambang untuk mengawal proses operasi search and rescue (SAR).

 

 

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X