Kabar Mojokerto- Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto akhirnya buka suara terkait insiden santri terseret arus di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Juru Bicara (Jubir) Yayasan Ponpes Amanatul Ummah, Affan Hasnan, menyampaikan bahwa ada tujuh santri yang berangkat liburan ke Malang tanpa izin pengurus. Mereka baru diantar keluarganya kembali ke pesantren setelah menjalani masa libur Ramadan dan Lebaran pada Senin (7/4/2025).
Affan memastikan bahwa liburan tersebut bukan bagian dari agenda Ponpes maupun sekolah. Sebab, masih dalam masa libur. Menurut dia, kegiatan belajar mengajar (KBM) baru aktif mulai Rabu, 9 April 2025.
“Yang jelas bukan kegiatan pesantren. Jadi hari Senin-Selasa itu proses kedatangan santri setelah libur. Karena bukan kegiatan pesantren, bagaimana mau pamit,” katanya Affan saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (11/4).
Affan mengatakan bahwa pihaknya bersama para wali santri korban saat ini berada di lokasi kejadian di Pantai Balekambang untuk mengawal proses operasi search and rescue (SAR).
Artikel Terkait
Khofifah Beri Santunan Rp 10 Juta Bagi Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto
Pemkab Mojokerto Pasang Alat Pendeteksi Pergerakan Tanah Tangani Longsor di Jalur Pacet-Cangar
Evakuasi Bangkai Mobil Korban Longsor di Pacet-Cangar Terhambat Medan
Dua Mobil Korban Tewas Akibat Longsor di Pacet-Cangar Akhirnya Berhasil Dievakuasi