“Sampai saat ini kita fokus pencarian dulu. Karena baru dua ditemukan. Orang tua korban juga sudsh ada disini,,” ujarnya.
Dua santri yang terseret arus Pantai Balekambang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah MLM (15), warga Kapasari, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya dan YAI (15), warga Semolowaru Utara, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Jenazah kedua korban dievakuasi ke RS Syaiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut.
“Jumlah korban 3 orang, dua meninggal dunia dan satu korban masih dalam proses pencarian," kata Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoie Afrida Soesetyo Djati, Jumat, 11 April 2025.
Menurut dia, Yoie Afrida, YAI ditemukan oleh Tim SAR gabungan jarak sekitar 1 KM dari titik tenggelam sekitar pukul 07.38 WIB. Sementara, MLM ditemukan tak jauh dari posisi YAI sekitar pukul 08.47 WIB.
"Korban dievakuasi ke RS Syaiful Anwar Malang untuk penanganan lebih lanjut," jelasnya.
Hingga saat ini, pecarian korban ketiga masih berlanjut dengan memperluas area pencarian.
Baca Juga: Jalur Pacet-Sendi Mojokerto Dibuka Pasca Longsor, Akses Menuju Batu Masih Ditutup
Ketujuh santri Ponpes Amantul Ummah Mojokerto bertolak menuju Kota Batu menumpangi mobil rental pada Selasa, 7 April 2025. Hari berikutnya, mereka tiba di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Di lokasi, salah satu dari mereka memilih berada di tepi pantai. Sementara keenam rekannya berenang ke laut.
Artikel Terkait
Khofifah Beri Santunan Rp 10 Juta Bagi Korban Tewas Akibat Longsor di Mojokerto
Pemkab Mojokerto Pasang Alat Pendeteksi Pergerakan Tanah Tangani Longsor di Jalur Pacet-Cangar
Evakuasi Bangkai Mobil Korban Longsor di Pacet-Cangar Terhambat Medan
Dua Mobil Korban Tewas Akibat Longsor di Pacet-Cangar Akhirnya Berhasil Dievakuasi