Hal ini turut memperkuat pembentukan awan-awan hujan, termasuk awan Cumulonimbus yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem.
Alhasil ini berdampak pada munculnya potensi cuaca ekstrem di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
BMKG Juanda pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan bencana seperti lereng bukit, bantaran sungai, dan daerah dengan sistem drainase buruk.
“BMKG mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan lincin dan pohon tumbang,” imbau BMKG.
Artikel Terkait
Banjir Bikin Aktivitas Sekolah di Desa Tempuran Mojokerto Terganggu
Panggung Ruwah Desa Roboh Diterjang Angin Kencang di Mojokerto, 10 Pohon Tumbang
6 Desa di Kabupaten Mojokerto Terdampak Hujan Angin, 8 Rumah Warga Rusak
Banjir di Mojokerto Rendam Rumah, Sekolah Hingga 65 Hektare Sawah
Jalur Pacet-Sendi Mojokerto Dibuka Pasca Longsor, Akses Menuju Batu Masih Ditutup