Jalur Alternatif Mojokerto-Batu via Cangar Dibuka Bertahap Mulai 23 April 2025

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Selasa, 22 April 2025 | 17:27 WIB
Petugas BPBD Mojokerto membersihkan material longsor dan sisa pembangunan TPT di jalur alternatif Pacet-Cangar, jelang pembukaan kembali jalur tersebut pada 23 April 2025. (M Lutfi Hermansyah)
Petugas BPBD Mojokerto membersihkan material longsor dan sisa pembangunan TPT di jalur alternatif Pacet-Cangar, jelang pembukaan kembali jalur tersebut pada 23 April 2025. (M Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Setelah dua pekan dilakukan penanganan pasca bencana, akses jalan alternatif yang menghubungkan Mojokerto dan Batu melalui kawasan Cangar akan dibuka kembali pada Rabu, 23 April 2025. Meski demikian, operasional jalur ini masih dibatasi waktu, terutama jika cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut.

Kebijakan pembukaan jalur ini merupakan hasil evaluasi bersama sejumlah pihak terkait. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bersama Pemkab Mojokerto, TNI, dan Polri menyepakati langkah ini dalam pertemuan koordinasi yang digelar sehari sebelumnya.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Ridho Rinaldo Harahap, menyampaikan bahwa akses jalan hanya akan diizinkan dari pukul 05.00 pagi hingga 18.00 sore. Pembatasan tersebut diterapkan demi menjaga keselamatan para pengguna jalan.

Baca Juga: Siasat Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tak Tergilas di Era Serba Digital

"Jalur Pacet-Cangar akan dibuka bertahap dengan pengawasan ketat. Jika kondisi cuaca memburuk, jalur akan langsung ditutup sementara," ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa, (22/4/2025).

Pos penjagaan dari tim gabungan akan tetap bersiaga di dua titik, yakni Rest Area Sendi dan kawasan Cangar. Keberadaan mereka penting untuk mengantisipasi kondisi darurat dan mengarahkan pengguna jalan saat terjadi hujan deras atau kabut tebal.

Ridho menambahkan bahwa jalur ini belum memiliki fasilitas penerangan jalan umum. Hal tersebut menyulitkan deteksi dini terhadap pergerakan tanah yang bisa memicu longsor. Oleh sebab itu, saat kabut turun, pengendara akan diminta berhenti sejenak di rest area hingga cuaca membaik.

"Jika hujan deras turun, jalur langsung kami tutup. Bila kabut tebal turun, pengendara harus menunggu di rest area sampai situasi benar-benar aman," jelas Ridho.

Pembukaan kembali jalur ini juga diharapkan bisa membantu pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat yang sempat terdampak penutupan. Selama dua minggu terakhir, warga dan wisatawan harus memutar jalur jauh lewat Pandaan.

Baca Juga: Jalur Cangar–Pacet Segera Dibuka Terbatas Pasca Longsor Maut yang Telan 10 Korban Jiwa

Untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, pihak kepolisian akan memasang spanduk imbauan di sejumlah titik. Pesan dalam spanduk tersebut di antaranya meminta pengendara berhati-hati serta memberikan arahan untuk putar balik bila terjadi cuaca ekstrem.

"Kami akan pasang spanduk imbauan hari ini agar pengguna jalan lebih waspada," tegas Ridho.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida Soesetyo Djati, mengatakan bahwa proses pembersihan sisa pembangunan tembok penahan tanah (TPT) dan trucuk bambu masih berlangsung di titik-titik rawan longsor.

"Upaya mitigasi bencana terus kami lakukan, termasuk pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan pengguna jalan," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X