Istri Pria Asal Gresik Buka Suara Soal Layanan Seks Threesome di Mojokerto

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Rabu, 23 Juli 2025 | 18:56 WIB
Totok, terdakwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)  di Mojokerto yang menjual istrinya di Facebook untuk layanan seks bertiga atau threesome. (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Totok, terdakwa kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Mojokerto yang menjual istrinya di Facebook untuk layanan seks bertiga atau threesome. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Kabar Mojokerto - Pria asal Gresik, Totok (32), dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta karena tega menjual istrinya di Facebook untuk layanan seks bertiga atau threesome. Sang istri, IQ (29), pun akhirnya bersuara.

Jaksa menilai, Totok terbukti melakukan tindak pidana Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

IQ mengakui memang pernah melayani pria hidung belang untuk threesome bersama suaminya. Namun, bukan karena disuruh maupun dipaksa suaminya, melainkan atas keinginan pribadi.

“Tidak ada paksaan, atas permintaan (saya) sendiri,” kata dia kepada Kabar Mojokerto  di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto, Rabu, 23 Juli 2025.

Ibu dua anak ini menuturkan, alasan mau melayani seks thresome tak lain karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sementara, suamianya yang bekerja serabatun dan kuli bangunan jatuh sakit.

“Suami itu jatuh kena musibah tersiram kuah bakso, 6 bulan tidak bisa bekerja. Setelah lukanya sembuh,  kena paruh-parunya, terus beberapa bulan kemudian kena liver,” ungkap IQ.

Baca Juga: Pria Asal Gresik Jual Istri untuk Threesome di Mojokerto Dituntut 7 Tahun Penjara

Kondisi ekonomi mereka terpuruk. Dua anak perempuannya pun pernah sampai minum air kran.

IQ mengaku tidak bisa bekerja karena anak-anaknya masih kecil. Anak pertama berusia 9 tahun dan kedua 7 tahun.

Kondisi tersebut memaksa IQ mencari jalan keluar agar bisa bertahan hidup dana membayar sekolah dua anaknya. Ia menyebut, Iseng-iseng masuk sebuah Grup Facebook Pasutri Surabaya.

“Suami tidak bisa bekerja. Saya juga bingung. Pengeluaran juga banyak, buat bayar kos, sekolah anak, makan. Saya iseng-iseng masuk Grup (Facebok) Pasutri. Disitu ada yang kasih tahu, gini-gini (layanan threesome), terus saya mengikuti,” ungkapnya.

Setelah gabung tersebut, ia mendapat tawaran untuk melayani threesome. Tetapi, ia tak berani memutuskan sebelum meminta izin sang suami, Totok.

“Kata suami ‘kalau kamu cocok ya tidak apa-apa’,” kata dia menirukan perkataan suaminya kala itu.

Setelah mendapat restu dari suami, IQ berburu pelanggan melalui grup facebook tersebut. Gayung bersambut, ada pria hidung belang yang tertarik atas penawarannya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X