Merawat Tradisi Megengan Warisan Sunan Kalijaga Dibalik Tembok Lapas Mojokerto

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Kamis, 27 Februari 2025 | 16:34 WIB
Tradisi megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Tradisi megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

 

Kabar Mojokerto- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto berupaya agar warga binaan tetap bisa menjalankan tradisi megengan menyambut Ramadan. Dimana, tradisi megengan ini merupakan perpaduan budaya Jawa dan Islam yang diwariskan oleh Sunan Kalijaga.

 

Dalam bahasa Jawa, megengan berarti upacara selamatan sederhana. Bagi masyarakat jawa, megengan menjadi suatu hal yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan oleh siapapun.

 

 

Pagi tadi (27/2), ratusan warga binaan Lapas Kelas IIB Mojokerto berkumpul di lapangan blok hunian sejak pukul 05.30 WIB. Dengan duduk bersila, mereka nampak mengenakan kaus seragam warga binaan warna biru.

 

Untuk warga binaan laki-laki, tak jarang dari mereka terlihat memakai sarung dan peci. Banyak pula yang memakai celana panjang dan bahkan celana tiga perempat. Sedangkan warga binaan perempuan, berbalut kerudung hitam dan biru.

 

Mereka Para warga binaan sesekali bercanda ringan sembari menunggu acara dimulai.

 

Acara megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto ini digelar dengan sederhana. Diawali dengan doa bersama lalu dilanjutkan makan sajian nasi padang.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X