Kepala Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan berharap, dengan digelarnya tradisi megengan dapat menciptakan suasana kehangatan dan kekeluargaan di balik tembok lapas.
"Kami ingin memberikan pelayanan layaknya mereka di rumah. Jadi, ketika di rumah itu sebelum puasa ada megengan. Dan dapat dilihat bersama, kebersamaan ini kami gaungkan betul agar mereka saling memiliki," katanya.
Biasanya, tradisi megengan menyajikan kue apem, masakan tradisional atau berkat, buah pisang dan ketan. Namun, Lapas Mojokerto menyajikan hidsngan yang berbeda, yaitu nasi padang.
“Kami sengaja lain dari biasanya, biasanya dari dapur (Lapas). Jadi biar mereka bisa merasakan masakan dari luar," bebernya.
Pelaksanaan megengan berjalan lancar. Para warga binaan diharapkan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh semangat.
Salah satunya warga binaan, Dana Arofi mengaku senang menjalani momen kebersamaan menyambut Ramadan layaknya di rumah. Ia mengapresiasi Kalapas Rudi meski baru dua pekan berdinas di lapas Mojokerto.
"Beliaunya (Kalapas) baru 2 minggu, tapi seperti bisa merasakan perasaan kita. Momen seperti ini momen bersama keluarga,” tuturnya.
Artikel Terkait
Uang Palsu Diselundupkan ke Lapas Mojokerto, Kok Bisa?
Lapas Mojokerto Bekali Warga Binaan Keterampilan Budidaya Ikan Lele
Razia Blok Hunian Lapas Mojokerto, Petugas Temukan Sajam dan Kartu Remi
Lapas Mojokerto Tingkatkan Layanan Publik dengan Fasilitas dan Jalur Khusus bagi Disabilitas