Merawat Tradisi Megengan Warisan Sunan Kalijaga Dibalik Tembok Lapas Mojokerto

Photo Author
Fanda Yusnia, Kabar Mojokerto
- Kamis, 27 Februari 2025 | 16:34 WIB
Tradisi megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.  (Muhammad Lutfi Hermansyah)
Tradisi megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Tradisi megengan di Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. (Muhammad Lutfi Hermansyah)

Baca Juga: Lapas Mojokerto Panen Ratusan Kg Lele Segar, Proses Rehabilitasi Warga Binaan Dukung Ketahanan Pangan

Kepala Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan berharap, dengan digelarnya tradisi megengan dapat menciptakan suasana kehangatan dan kekeluargaan di balik tembok lapas.

 

"Kami ingin memberikan pelayanan layaknya mereka di rumah. Jadi, ketika di rumah itu sebelum puasa ada megengan. Dan dapat dilihat bersama, kebersamaan ini kami gaungkan betul agar mereka saling memiliki," katanya.

 

Biasanya, tradisi megengan menyajikan kue apem, masakan tradisional atau berkat, buah pisang dan ketan. Namun, Lapas Mojokerto menyajikan hidsngan yang berbeda, yaitu nasi padang.

 

“Kami sengaja lain dari biasanya, biasanya dari dapur (Lapas). Jadi biar mereka bisa merasakan masakan dari luar," bebernya.

 

Pelaksanaan megengan berjalan lancar. Para warga binaan diharapkan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh semangat.

 

Salah satunya warga binaan, Dana Arofi mengaku senang menjalani momen kebersamaan menyambut Ramadan layaknya di rumah. Ia mengapresiasi Kalapas Rudi meski baru dua pekan berdinas di lapas Mojokerto.

 

"Beliaunya (Kalapas) baru 2 minggu, tapi seperti bisa merasakan perasaan kita. Momen seperti ini momen bersama keluarga,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X