Ratusan mahasiswa ini sukses menekan DPRD Kabupaten untuk menandatangani penolakan RUU Pilkada. Setia Puji Lestari dari fraksi PDIP itu menyetujui tuntutan mahasiswa dan berkomitmen akan menyampaikan kepada pimpinan diatasnya.
Seluruh massa aksi duduk sembari menunggu penandatanganan komitmen tuntas. Di sela-sela itu, Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto membagikan minum dan roti kepada massa aksi.
Ia menghampiri barisan mahasiswa lalu berbincang dan bercanda. Baginya, aksi demo menjadi momentum silahturahmi dengan para mahasiswa.
“Penyampaian aspirasi ini ibarat ajang silahturahmi. Adik-adik yang ada disini tadi sempet diskusi, tanya-tanya ‘bagaiaman caranya jadi polisi’,” katanya kepada wartawan.
Baca Juga: Pabrik Mebel di Mojokerto Terbakar, Karyawan Semburat
Ia menyampaikan, pihaknya paham betul kondisi mahasiswa pasti lapar dan hangus ketika berujuk rasa. Sehingga muncul rasa welas asih dari dirinya.
“Status saya juga masih mahasiswa , dulu saya juga mahasiswa. Jikalau kita ingin dibaikin, maka berbuat baiklah. Kalau tadi kita melihat adik-adik hangus dan lapar , asumsikan disaat kita menjadi mereka. Saat kita bisa berbuat, kita lakukan,” Ungkapnya.
Aksi demo ini berlangsung kondusif tanpa terjadi ricuh. Massa aksi membubarkan diri Sekitar pukul 17.40 WIB.
Artikel Terkait
Gerindra-PPP Berpaling ke Ning Ita Kandaskan Ambisi Junaedi di Pilwakot Mojokerto
Partai NasDem Resmi Usung Pasangan Gus Barra-Rizal Sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto
KPU Kota Mojokerto Bakal Perpanjang Masa Pendaftaran jika Hanya Ada Satu Paslon
Ning Ita Duet Bareng Akademisi di Pilwakot Mojokerto 2024, Ini Sosoknya
Intip Harta Kekakayaan Ning Ita Sebelum dan Sesudah Jadi Wali Kota Mojokerto