Viral, Pemotor di Mojokerto Tak Pakai Helm Terobos Razia Polisi

Photo Author
Deni Lukmantara, Kabar Mojokerto
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 12:26 WIB
Pengendara motor scoopy merah terobos razia polisi di dekat traffic light simpang empat Panjer, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari.(Foto Tangkapan layar)
Pengendara motor scoopy merah terobos razia polisi di dekat traffic light simpang empat Panjer, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari.(Foto Tangkapan layar)

Kabar MojokertoBeredar video seorang pengendara sepeda motor di Mojokerto nekat menerobos razia polisi. Aksi ini viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di dekat traffic light simpang empat Panjer, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto.

Sebuah video berdurasi 18 detik yang menunjukkan aksi tersebut diunggah di Facebook oleh akun @Hyreend pada Rabu, 23 Oktober 2024, pagi. Video ini kemudian menyebar luas di grup WhatsApp.

Dari pantauan Kabarmojokerto.id, hingga pukul 09.00 WIB, postingan tersebut telah mendapatkan 808 tanda suka dan 616 komentar. Namun, saat ini video tersebut sudah dihapus.

Baca Juga: Lansia di Mojokerto Tewas Tertabrak Truk Boks di Mojokerto, Begini Kronologinya

Dalam video tersebut, terlihat seorang pria mengendarai sepeda motor Honda Scoopy berwarna merah, membonceng seorang wanita dan seorang anak kecil, semuanya tanpa mengenakan helm, melarikan diri dari razia polisi. Pria yang mengenakan kaos kuning itu juga terlihat berteriak menantang polisi untuk mengejarnya.

"Ayo uberen, ayo coploken seragammu (Ayo kejar, ayo lepasin seragam kamu)," kata pria dalam video tersebut.

Identitas pengambil video razia lalu lintas masih belum diketahui.

"Saya tidak tahu siapa yang merekam, saya sudah pulang. Namun, videonya beredar di WhatsApp, dan memang kejadian itu terjadi di sini (simpang empat Panjer)," ujar Hamzah, seorang juru parkir berusia 37 tahun.

Baca Juga: Pedagang Burung Dilindungi di Mojokerto Dituntut 1 Tahun Penjara dan Denda 10 Juta

Hamzah menambahkan bahwa razia lalu lintas dilakukan oleh polisi pada Senin, 21 Oktober 2024, sore sekitar pukul 16.00 WIB. "Itu hari Senin sore, saat ada operasi zebra," imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Gatot, membenarkan kejadian tersebut. "Iya, betul. Itu dalam rangka penindakan Operasi Zebra bagi pengendara yang tidak memakai helm dan menggunakan knalpot brong," jelasnya.

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X