“Waktu saya istrihat ada ramai-ramai, saya bangun. Biasanya ada geng-geng membawa senjata tajam, nah saya kira itu geng. Makannya saya tidak curiga kalau ada pembegalan. Masalahnya korban tidak minta tolong-tolong,” katanya kepada wartawan saat ditemui di warkopnya, Minggu (5/1/2025).
Baca Juga: Karyawati di Mojokerto Jadi Korban Begal Payudara Saat Pulang Kerja, Pelaku Dihajar Massa
Pria asal Lingkungan Panggreman, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto sempat sekilas melihat komplotan bersenjata tajam itu. Tetapi tak begitu jelas karena pandangannya terhalang bangunan pengisian angin ban.
“Lihat beberapa detik (kabur) ke arah timur, ads yang membawa sajam. Kalau waktu mengambil (sepeda korban) saya tidak tahu karena terhalang nitorgen,” ungkap Sugiarto.
Menurutnya, saat kejadian kondisi Jalan Raya Mlirip ini ramai lalu lalang kendaraan. Hanya saja, tidak ada warung yang buka kecuali miliknya. Ia baru mengetahui jika kejadian teserbua aksi begal setelah diberitahu oleh warga sekitar selapas Magrib.
“Kemarin setelah Maghrib ditelepon orang sini, tanya katanya ada begal. Saya nggk tahu, terus dikasih tahu ada rekama CCTV dari satpam pabrik Ajinomoto,” pungkasnya.
Informasi yang dihimpun, salah satu korban begal berinisial AF (17) warga Lingkungan/Kelurahan Blooto, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. AF telah melaporkan aksi begal yang menimpanya ke Polsek Jetis.
Baca Juga: 18 Jenis Kejahatan yang Marak di Mojokerto, Penipuan Ranking 1
Plt. Kasubsi PIDM Humas polres Mojokerto kota Ipda Slamet Haryono membenarkan bahwa korban telah melaporkan ke Polsek Jetis. Saat ini masih dalam penyelidikan.
Artikel Terkait
Polisi Amankan 5 Remaja Anggota Gangster di Mojokerto, Aksi Lukai Korban dengan Sajam
Awas! Marak Penipuan Berkedok Sembako Murah di Mojokerto
Gengster Resahkan Netizen Mojokerto, Ini Tindakan Polisi
Gadis Ditemukan Tergeletak Berdarah di Mojokerto, Diduga Korban Begal