Noyo menambahkan bahwa penggunaan Chromebook telah meningkatkan semangat belajar siswa. Sekolah menerima 29 unit Chromebook dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto untuk mendukung program ini.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Selesaikan Rehab Belasan Sekolah Rusak, Ini Agenda Selanjutnya
Namun, untuk siswa kelas 1 hingga 3, penggunaan teknologi ini belum diterapkan karena keterbatasan dalam pengoperasian komputer.
Program pembelajaran berbasis IT di SDN Kutogirang telah dilaksanakan sejak 2021. Setiap hari, siswa belajar secara bergiliran menggunakan Chromebook sesuai dengan materi pelajaran.
"Ada kalanya materi memerlukan pembelajaran di luar kelas, dan dengan fasilitas yang ada, Chromebook bisa digunakan oleh kelas lain. Metode ini disesuaikan dengan kebutuhan materi pelajaran,” tutup Noyo.
Artikel Terkait
Wajib Belajar 13 Tahun Bakal Diterapkan di Indonesia, Ini Persiapan Pemkot Mojokerto
Wisuda ke 23 STIE Al-Anwar Mojokerto Dapat Wejangan Ketua dan Pesan dari Kabid HAM Kemenkumham Kanwil Jatim Soal Kesarjanaan
Proyek Rehabilitasi SMPN 1 Puri Mojokerto Hampir Rampung
7 Sekolah di Kota Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata 2024
Upaya Pelestarian Tari Tradisional di Mojokerto Saat Dance Kpop Menggempur
Perpustakaan RTH Alun-Alun Kota Mojokerto Sepi Pengunjung, Ini Pemicunya !
Pemkab Mojokerto Selesaikan Rehab Belasan Sekolah Rusak, Ini Agenda Selanjutnya
8 Sekolah di Mojokerto Raih Predikat Adiwiyata Mandiri dan Nasional 2024
Canggih! SD di Mojokerto Ini Terapkan KBM Pakai Sistem Chromebook
Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Sukses Cetak 428 Mahasiswa Cumlaude Wisuda Ke XXVII