Dilempari Sandal hingga Botol Saat Temui Pendemo, Bupati Pati Sudewo: Saya Mohon Maaf

Photo Author
Muhammad Lutfi Hermansyah, Kabar Mojokerto
- Rabu, 13 Agustus 2025 | 19:20 WIB
Bupati Pati Sudewo menemui warga yang menggelar demo di depan Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025).  (Akun TikTok @Utg_046)
Bupati Pati Sudewo menemui warga yang menggelar demo di depan Kantor Bupati Pati, Rabu (13/8/2025). (Akun TikTok @Utg_046)

 

Tampak seorang ajudan Sudewo memasang badan untuk menangkis lemparan botol massa. Ajudan berkemeja putih itu menggunakan tameng milik polisi.

Baca Juga: Mahasiswa Mojokerto Demo Desak Pencabutan Revisi UU TNI, Tolak Militerisasi Demi Jaga Demokrasi

Terlihat massa masih ada yang bertahan di depan Kantor Bupati Pati. Sebagian pintu gerbang terbuka dengan penjagaan ketat oleh petugas kepolisian.

 

unjuk rasa warga Pati berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

 

Kenaikan tarif itu masih masuk batas maksimal dan tidak diberlakukan untuk seluruh objek pajak. Karena kenaikannya hanya 50 persen. Namun warga tetap menolak.

 

Para warga juga menilai pernyataan Bupati Pati Sudewo menyakiti hati masyarakat, yang mempersilakan berunjuk rasa hingga 5.000 ataupun 50.000 orang sekalipun. 

Baca Juga: Emak-Emak Mojokerto Demo di Balai Desa Gading, Uang Tabungan Lebaran Raib Digondol Petugas Koperasi

Warga akhirnya melakukan aksi donasi dengan mengumpulkan air mineral kemasan dos di sepanjang jalur trotoar depan pendopo Kabupaten Pati. 

 

Donasi juga terus mengalir hingga air mineral dengan kemasan dos ditempatkan di kawasan Alun-alun Pati.

Halaman:

Editor: Fanda Yusnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X