Usmuni menjelaskan, pengamanan distribusi logistik melibatkan TNI dan Polri. Juga akan dilakukan pengawasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mojokerto dan jajaranya.
“Kami menginstruksikan PPK di tingkat kecamatan dan PPS di tingkat desa/kelurahan untuk memastikan kotak suara yang sudah tiba ditempatkan di lokasi TPS yang aman, dengan pengamanan dari petugas ketertiban setempat," jelasnya.
Di Kota Mojokerto ada sebanyak 192 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Usmuni mengklaim tak ada TPS dalam kategori rawan konflik. Hanya saja, saat ini yang dikhawatirkan adalah dampak cuaca ekstrem seperti banjir.
“Kalau melihat kota lain hujannya sangat lebat sekali, di Kota mojokerto sampai hari ini belum. Namun, sebenarnya kalau bencana di Kota Mojokerto tidak terlalu ada, kecuali hujannya sudah sangat parah bisa sampai parah. Semoga tidak ada banjir,” terangnya.
Artikel Terkait
KPU Mojokerto Klaim Tak Ada TPS di Wilayah Blank Spot untuk Pilkada 2024
KH Asep Saipuddin Chalim Dilaporkan ke Bawaslu Terkait Netralitas ASN di Pilkada Mojokerto
Debat Pamungkas Pilbup Mojokerto, Gus Barra Salah Jelaskan Wewenang Pengelolaan Situs Majapahit
Kades Randuharjo Mojokerto Akan Diadili Buntut Kasus Dugaan Pelanggaran Netralitas Pilkada 2024
Ikfina Ajak Masyarakat Jaga Situasi Kondusif Jelang Hari Pencoblosan Pilbub Mojokerto